• Latest
  • Trending
  • All
Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Selasa, 20/1/26 | 16:36 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB
Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB
Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB
Pansus Aset DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Rumah PDRI di Bukittinggi, Potensi Sejarah dan Wisata Jadi Perhatian

Pansus Aset DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Rumah PDRI di Bukittinggi, Potensi Sejarah dan Wisata Jadi Perhatian

Sabtu, 10/10/26 | 17:55 WIB
Evi Yandri Lepas LLA-TJPHK V 2026, Hadirkan Rp106 Juta Hadiah untuk Pecinta Alam

Evi Yandri Lepas LLA-TJPHK V 2026, Hadirkan Rp106 Juta Hadiah untuk Pecinta Alam

Jumat, 09/10/26 | 17:52 WIB
Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 06/10/26 | 17:51 WIB
Muhidi Ajak Siswa Hormati Guru dan Perkuat Literasi

Muhidi Ajak Siswa Hormati Guru dan Perkuat Literasi

Selasa, 06/10/26 | 17:48 WIB
Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Bersama Dukung Pembangunan Melalui Pajak

Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Bersama Dukung Pembangunan Melalui Pajak

Sabtu, 03/10/26 | 17:45 WIB
Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Mario Syahjohan: Solok Selatan Harus Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak

Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Mario Syahjohan: Solok Selatan Harus Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak

Jumat, 02/10/26 | 17:42 WIB
Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Kamis, 01/10/26 | 17:40 WIB
Kerapu Sumbar Dilirik Pasar Ekspor, Pembudidaya Dihadapkan Kematian hingga 50 Persen

Kerapu Sumbar Dilirik Pasar Ekspor, Pembudidaya Dihadapkan Kematian hingga 50 Persen

Minggu, 13/9/26 | 10:36 WIB
Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Senin, 07/9/26 | 10:31 WIB
  • Home
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
sumbarin.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
sumbarin.com
No Result
View All Result
Home Berita

Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Selasa, 20/1/26 | 16:36 WIB
in Berita
0
Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

PADANG,– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengapresiasi sekaligus mendukung peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau bagi siswa SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat.

Melalui program ini, Silek Tradisi Minangkabau ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumbar.

Muhidi menilai, program strategis tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga penting dalam pembentukan karakter dan penguatan mental generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Program Silek Tradisi Minangkabau secara resmi diluncurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimi, pada Sabtu (24/1) di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Muhidi, melalui latihan silek, siswa dapat meningkatkan kebugaran jasmani, melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, serta daya tahan tubuh. Aktivitas ini juga berkontribusi menjaga kesehatan fisik pelajar di usia remaja.

Selain manfaat fisik, latihan silek tradisional menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Siswa dibiasakan mematuhi aturan, etika, serta jadwal latihan yang teratur, sehingga membentuk karakter disiplin yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam aspek pembentukan kepribadian, silek tradisional juga melatih kesabaran, kepercayaan diri, serta pengendalian emosi. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu membentuk sikap rendah hati sekaligus mencegah perilaku agresif di kalangan pelajar.

Sebagai warisan budaya bangsa, silek tradisional turut menanamkan nilai budaya dan nasionalisme. Melalui proses latihan, siswa dikenalkan pada tradisi, adat, serta jati diri Minangkabau dan Indonesia.

Gerakan silek yang menuntut fokus dan koordinasi juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar. Di sisi lain, silek tradisional membuka ruang pengembangan diri dan prestasi nonakademik melalui berbagai ajang kejuaraan, seperti O2SN dan POPDA.

Tak kalah penting, silek mengajarkan bela diri secara bertanggung jawab, yakni untuk melindungi diri, bukan menyerang, serta menanamkan nilai sportivitas dan etika. Selama proses latihan, siswa juga membangun kerja sama, solidaritas, dan rasa persaudaraan, sehingga tercipta hubungan sosial yang positif di kalangan pelajar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimi, menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki sekitar 200 aliran silek tradisional, namun saat ini hanya tersisa sekitar 50 aliran.

Menurutnya, peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali eksistensi silek tradisional Minangkabau yang mulai tergerus zaman.

Di tengah era digital, Vasko mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan silek tradisional. Ia berharap siswa dapat mengunggah konten positif yang menampilkan manfaat dan nilai budaya silek Minangkabau.

Pada kesempatan tersebut, Vasko juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam peluncuran program agar membuat video singkat dan mengunggahnya ke media sosial masing-masing sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi menjelaskan pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025 lalu namun belum terstandarisasi. Saat ini, telah didukung modul pembelajaran yang terstandar.

“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul.

Ia menambahkan, ekstrakurikuler silek tradisi terintegrasi dengan program wajib lainnya di sekolah, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.

 

ShareSendShare
  • Home

Copyright © 2026 sumbarin

No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan

Copyright © 2026 sumbarin

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In