• Latest
  • Trending
  • All
Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

Senin, 06/7/26 | 21:23 WIB
Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Muzli Perjuangkan Kelompok Tani Pasaman, Perjuangkan Infrastruktur Jalan

Selasa, 13/10/26 | 18:06 WIB
Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Anak Berkebutuhan Khusus Berhak Fasilitas Layak, Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang

Minggu, 11/10/26 | 18:11 WIB
Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Bukan Hanya Urusan Suami Istri, Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Sabtu, 10/10/26 | 18:06 WIB
Pansus Aset DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Rumah PDRI di Bukittinggi, Potensi Sejarah dan Wisata Jadi Perhatian

Pansus Aset DPRD Sumbar Dorong Optimalisasi Rumah PDRI di Bukittinggi, Potensi Sejarah dan Wisata Jadi Perhatian

Sabtu, 10/10/26 | 17:55 WIB
Evi Yandri Lepas LLA-TJPHK V 2026, Hadirkan Rp106 Juta Hadiah untuk Pecinta Alam

Evi Yandri Lepas LLA-TJPHK V 2026, Hadirkan Rp106 Juta Hadiah untuk Pecinta Alam

Jumat, 09/10/26 | 17:52 WIB
Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Muhidi Dorong Guru PPPK Jadi Penggerak Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 06/10/26 | 17:51 WIB
Muhidi Ajak Siswa Hormati Guru dan Perkuat Literasi

Muhidi Ajak Siswa Hormati Guru dan Perkuat Literasi

Selasa, 06/10/26 | 17:48 WIB
Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Bersama Dukung Pembangunan Melalui Pajak

Ketua DPRD Sumbar Ajak Masyarakat Bersama Dukung Pembangunan Melalui Pajak

Sabtu, 03/10/26 | 17:45 WIB
Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Mario Syahjohan: Solok Selatan Harus Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak

Maraknya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Mario Syahjohan: Solok Selatan Harus Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak

Jumat, 02/10/26 | 17:42 WIB
Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Hari Jadi Sumbar ke-81, Muhidi dan Mahyeldi Bicara Masa Depan: “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh”

Kamis, 01/10/26 | 17:40 WIB
Kerapu Sumbar Dilirik Pasar Ekspor, Pembudidaya Dihadapkan Kematian hingga 50 Persen

Kerapu Sumbar Dilirik Pasar Ekspor, Pembudidaya Dihadapkan Kematian hingga 50 Persen

Minggu, 13/9/26 | 10:36 WIB
Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Fraksi PDIP-PKB Kritik Ketergantungan Fiskal Sumbar pada Dana Pusat

Senin, 07/9/26 | 10:31 WIB
  • Home
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Login
sumbarin.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
sumbarin.com
No Result
View All Result
Home Berita

Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

Senin, 06/7/26 | 21:23 WIB
in Berita
0
Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

PADANG,– Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Nofrizon, menyampaikan keresahan masyarakat Kabupaten Agam terkait kondisi Jalan Kelok 10 di kawasan Kelok 44 yang memprihatinkan dan nyaris ambruk. Aspirasi tersebut disampaikan melalui interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar, Senin (6/7).

Nofrizon yang juga berasal dari daerah pemilihan Agam mengatakan, masyarakat meminta menyampaikan kepada Gubernur Sumbar agar segera meninjau kondisi jalan tersebut karena kerusakannya semakin parah dan mengancam keselamatan warga yang melintas

“Masyarakat Agam meminta saya menyampaikan langsung kepada Bapak Gubernur terkait kondisi Jalan Kelok 10 yang saat ini sudah sangat parah dan nyaris ambruk,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi kurang maksimal menangani kerusakan ruas Jalan Padang Luar–Simpang Manggopoh, khususnya di beberapa titik rawan yaitu Kelok 8, Kelok 10, hingga Kelok 43. Namun, kondisi paling mengkhawatirkan saat ini berada di Kelok 10.

“Kondisi badan jalan Kelok 10 tinggal sekitar dua meter. Pada musim hujan seperti sekarang, kondisinya sangat rawan. Kendaraan tronton sudah tidak bisa melintas. Yang masih bisa lewat hanya kendaraan kecil seperti L300 dengan kapasitas muatan kecil,” katanya.

Nofrizon menjelaskan, ruas jalan kelok 44 khususnya Kelok 10 tersebut merupakan jalur penting sekaligus urat nadi perekonomian. Jalur itu menghubungkan Padang dengan Agam, Tiku, Sungai Limau, Lubuk Basung hingga Pasaman Barat, serta menjadi lintasan distribusi berbagai komoditas seperti jagung, padi, kelapa, ikan, dan hasil pertanian lainnya.

“Aktivitas lalu lintas di ruas ini jauh lebih padat dibandingkan ruas Sicincin–Malalak. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap jalan ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dapat turun langsung meninjau lokasi tanpa pengawalan agar merasakan sendiri kondisi yang dihadapi warga setiap hari.

“Masyarakat menyampaikan kepada kami, tolong undang Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur melewati sendiri jalur Padang Luar menuju Lubuk Basung tanpa pengawalan, bersama keluarga dan anak-anaknya. Rasakan bagaimana kondisi psikologis masyarakat yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut,” ujarnya.

Menurut Nofrizon, apabila akses Jalan Kelok 10 sampai terputus, dampaknya akan sangat besar terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok di wilayah Agam dan Pasaman Barat.

Ia juga menilai penanganan yang dilakukan selama ini belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen karena setiap musim hujan kerusakan terus berulang.

“Persoalan ini sudah tidak bisa lagi ditangani dengan penanganan biasa. Ibarat orang sakit, tidak cukup lagi diberi obat generik, tetapi sudah membutuhkan penanganan khusus. Kalau sampai akses ini putus, masyarakat terpaksa memutar jauh melalui Maninjau menuju Lubuk Basung,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armiz, mengatakan pemerintah provinsi telah melakukan penanganan darurat terhadap ruas Jalan Kelok 10 sejak dua hari terakhir.

Menurutnya, pada hari ini pihaknya juga menjadwalkan pemasangan sand bag sebagai langkah penanganan sementara guna mencegah kerusakan semakin meluas.

“Penanganan sementara sudah kami lakukan sejak dua hari lalu. Hari ini rencananya akan dipasang sand bag untuk memperkuat bagian jalan yang terdampak,” ujar Armiz.

Ia menambahkan, untuk penanganan permanen, pemerintah masih menunggu ketersediaan anggaran melalui mekanisme Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) maupun sumber pendanaan lainnya.

“Untuk penanganan permanen, kami masih menunggu ketersediaan anggaran melalui R3P dan usulan pendanaan lainnya,” katanya.

 

ShareSendShare
  • Home

Copyright © 2026 sumbarin

No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan

Copyright © 2026 sumbarin

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In