• Latest
  • Trending
  • All
Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Selasa, 27/1/26 | 16:47 WIB
Pendidikan Khusus Sumbar Masih Hadapi Sejumlah Tantangan, Ketua DPRD Sumbar Soroti Teknologi Pembelajaran.

Pendidikan Khusus Sumbar Masih Hadapi Sejumlah Tantangan, Ketua DPRD Sumbar Soroti Teknologi Pembelajaran.

Senin, 10/8/26 | 09:03 WIB
Indra Catri Sosialisasikan Perda Nomor 19 Tahun 2018 di Baso, Ajak Warga Biasakan Konsumsi Garam Beriodium

Indra Catri Sosialisasikan Perda Nomor 19 Tahun 2018 di Baso, Ajak Warga Biasakan Konsumsi Garam Beriodium

Minggu, 09/8/26 | 09:16 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri: Pengguna Narkoba Adalah Korban, Bukan Sampah Masyarakat

Minggu, 09/8/26 | 09:06 WIB
Ali Muda Dorong Nagari Tak Sekadar Jadi Pelaksana, Warga Harus Terlibat dalam Pembangunan

Ali Muda Dorong Nagari Tak Sekadar Jadi Pelaksana, Warga Harus Terlibat dalam Pembangunan

Minggu, 09/8/26 | 09:00 WIB
Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:11 WIB
Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:08 WIB
Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan

Pimpinan DPRD Sumbar Hadiri Padang Bajamba, Dukung Pelestarian Kuliner dan Aksi Kemanusiaan

Jumat, 07/8/26 | 09:13 WIB
Muhidi: HUT ke-357 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Kota Padang

Muhidi: HUT ke-357 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Kota Padang

Jumat, 07/8/26 | 09:02 WIB
Krisis Kepercayaan Generasi Muda Disorot, Ketua DPRD Sumbar: Stabilitas Sosial Penentu Investasi

Krisis Kepercayaan Generasi Muda Disorot, Ketua DPRD Sumbar: Stabilitas Sosial Penentu Investasi

Rabu, 05/8/26 | 08:56 WIB
Komisi III DPRD Sumbar Minta KDMP Jawab Krisis Pupuk dan Stabilkan Harga Panen

Komisi III DPRD Sumbar Minta KDMP Jawab Krisis Pupuk dan Stabilkan Harga Panen

Sabtu, 01/8/26 | 08:53 WIB
Tutup Kejurnas Grasstrack Peridon, Evi Yandri Berharap Bermunculan Atlet Potensial

Tutup Kejurnas Grasstrack Peridon, Evi Yandri Berharap Bermunculan Atlet Potensial

Minggu, 12/7/26 | 21:53 WIB
Evi Yandri Kembali Gelar Festival Sipak Rago, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Evi Yandri Kembali Gelar Festival Sipak Rago, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Minggu, 12/7/26 | 21:35 WIB
  • Home
Rabu, September 2, 2026
  • Login
sumbarin.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
sumbarin.com
No Result
View All Result
Home Berita

Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

Selasa, 27/1/26 | 16:47 WIB
in Berita
0
Dorong Kemajuan Peternakan Daerah, DPRD Sumbar Kaji Potensi Pakan Maggot

PADANG, Sumbarin-Dorong kemajuan sektor peternakan daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, bersama Komisi II DPRD Sumbar mengkaji potensi pemanfaatan pakan maggot melalui audiensi dengan dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Selasa (27/1).

Nanda Satria menilai, pakan maggot perlu dikembangkan sebagai alternatif pakan ternak untuk menekan biaya operasional peternak tanpa mengurangi kualitas hasil produksi.

Menurutnya, inovasi ini berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal, khususnya bagi peternak kecil yang selama ini bergantung pada pakan pabrikan.

Ia menjelaskan, pengembangan pakan maggot merupakan bagian dari inisiatif DPRD Sumbar dalam mencari solusi konkret atas fluktuasi harga pakan pabrikan yang kerap memberatkan peternak.

Dengan memanfaatkan sumber daya lokal melalui budidaya maggot, Sumatera Barat dinilai memiliki peluang menjadi pionir dalam penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi organik.

Selain aspek ekonomis, penggunaan maggot juga menawarkan sejumlah keunggulan berkelanjutan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai mampu menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada penggunaan antibiotik.

Sementara dari segi kualitas hasil, ternak khususnya ayam cenderung lebih sehat dan menghasilkan produk yang lebih organik.

Tak hanya itu, pemanfaatan maggot juga berdampak positif terhadap lingkungan. Maggot berperan efektif dalam mengolah limbah organik, sehingga mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Sumbar Khairudin Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pakan alternatif berbasis maggot agar dapat diimplementasikan secara luas di kalangan peternak. Komisi II memandang inovasi tersebut sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas peternakan sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

Dia juga menilai, selain memberikan manfaat ekonomis, penggunaan pakan maggot memiliki dampak berkelanjutan terhadap sektor peternakan. Dari sisi kesehatan ternak, pakan maggot dinilai dapat menurunkan risiko penyakit sekaligus mengurangi ketergantungan pada antibiotik.

Sementara dari aspek lingkungan, maggot berperan dalam pengolahan limbah organik secara efektif sehingga menciptakan ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Dalam presentasi yang disampaikan pihak Fakultas Peternakan Unand, dipaparkan perbandingan efisiensi biaya antara skema pakan lama yang menggunakan 100 persen pakan pabrik dengan skema baru yang mengombinasikan 70 persen pakan pabrik dan 30 persen maggot pada populasi 1.000 ekor ayam pedaging.

Pada skema lama, kebutuhan pakan pabrik mencapai sekitar 110 kilogram per hari dengan biaya Rp880.000. Sementara pada skema baru, kebutuhan pakan pabrik turun menjadi 77 kilogram dengan biaya Rp616.000, ditambah 33 kilogram maggot senilai Rp165.000, sehingga total biaya pakan menjadi Rp781.000 per hari.

Berdasarkan perhitungan tersebut, peternak berpotensi menghemat sekitar Rp99.000 per hari. Jika dikalkulasikan dalam satu siklus panen, penghematan ini dinilai mampu meningkatkan margin keuntungan peternak lokal secara signifikan.

ShareSendShare
  • Home

Copyright © 2026 sumbarin

No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan

Copyright © 2026 sumbarin

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In