• Latest
  • Trending
  • All
Albert Hendra Lukman: APBD Sumbar Rentan Guncangan Akibat  Ketergantungan Dana Pusat

Albert Hendra Lukman: APBD Sumbar Rentan Guncangan Akibat Ketergantungan Dana Pusat

Rabu, 18/3/26 | 19:53 WIB
Tutup Kejurnas Grasstrack Peridon, Evi Yandri Berharap Bermunculan Atlet Potensial

Tutup Kejurnas Grasstrack Peridon, Evi Yandri Berharap Bermunculan Atlet Potensial

Minggu, 12/7/26 | 21:53 WIB
Evi Yandri Kembali Gelar Festival Sipak Rago, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Evi Yandri Kembali Gelar Festival Sipak Rago, Perkuat Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Minggu, 12/7/26 | 21:35 WIB
Silaturahmi KPID dengan Ketua DPRD Sumbar, Bahas Regulasi Konten Lokal dan Penguatan Literasi

Silaturahmi KPID dengan Ketua DPRD Sumbar, Bahas Regulasi Konten Lokal dan Penguatan Literasi

Jumat, 10/7/26 | 21:51 WIB
Cegah Kenakalan Remaja, Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Sekolah Ajarkan Siswa Bikin Roadmap Masa Depan. 

Cegah Kenakalan Remaja, Ketua DPRD Sumbar Minta Kepala Sekolah Ajarkan Siswa Bikin Roadmap Masa Depan. 

Jumat, 10/7/26 | 21:33 WIB
Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028

Iqra Chissa Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Taplau, Target Pembangunan Fisik Dimulai 2028

Kamis, 09/7/26 | 21:39 WIB
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Kepala Sekolah Bangun Kepemimpinan Visioner untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Ajak Kepala Sekolah Bangun Kepemimpinan Visioner untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Selasa, 07/7/26 | 21:28 WIB
Tak Ingin Jadi Perda Mandul, Komisi IV DPRD Sumbar Gandeng Warga dan Akademisi Rancang Aturan Lingkungan Hidup

Tak Ingin Jadi Perda Mandul, Komisi IV DPRD Sumbar Gandeng Warga dan Akademisi Rancang Aturan Lingkungan Hidup

Senin, 06/7/26 | 21:30 WIB
DPRD Sumbar Tekankan KUA-PPAS 2027 Fokus pada RPJMD dan Pemulihan Pascabencana

DPRD Sumbar Tekankan KUA-PPAS 2027 Fokus pada RPJMD dan Pemulihan Pascabencana

Senin, 06/7/26 | 21:25 WIB
Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

Ruas Jalan Kelok 10 Rusak Parah, Nofrizon: Masyarakat Agam Minta Gubernur Lewati Tanpa Pengawalan

Senin, 06/7/26 | 21:23 WIB
Bangun Keluarga Tangguh, Anggota Komisi V DPRD Sumbar Yesi Endriani Gagas Sekolah Keluarga.

Bangun Keluarga Tangguh, Anggota Komisi V DPRD Sumbar Yesi Endriani Gagas Sekolah Keluarga.

Rabu, 01/7/26 | 21:20 WIB
Petani Rao Didorong Naik Kelas, Ali Muda Kenalkan Perda yang Fokus pada Hilirisasi dan Nilai Tambah Perkebunan

Petani Rao Didorong Naik Kelas, Ali Muda Kenalkan Perda yang Fokus pada Hilirisasi dan Nilai Tambah Perkebunan

Sabtu, 13/6/26 | 09:54 WIB
Nanda Satria Dorong Warga Aktif Awasi Pemerintah, Keterbukaan Informasi Jadi Kunci Cegah Penyimpangan

Nanda Satria Dorong Warga Aktif Awasi Pemerintah, Keterbukaan Informasi Jadi Kunci Cegah Penyimpangan

Sabtu, 13/6/26 | 09:52 WIB
  • Home
Jumat, Juli 17, 2026
  • Login
sumbarin.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
sumbarin.com
No Result
View All Result
Home Berita

Albert Hendra Lukman: APBD Sumbar Rentan Guncangan Akibat Ketergantungan Dana Pusat

Rabu, 18/3/26 | 19:53 WIB
in Berita
0
Albert Hendra Lukman: APBD Sumbar Rentan Guncangan Akibat  Ketergantungan Dana Pusat

PADANG — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman, mengingatkan pemerintah daerah terhadap kerentanan postur APBD yang dinilai masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi menimbulkan guncangan fiskal apabila terjadi tekanan pada keuangan pemerintah pusat.

“Jika keuangan pemerintah pusat terganggu, maka Sumatera Barat akan langsung merasakan dampaknya. Ini yang saya sebut sebagai potensi turbulensi fiskal,” ujar Albert saat melakukan sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2025 tentang APBD tahun anggaran 2026 baru-baru ini.

Menurutnya, struktur pendapatan daerah saat ini belum ideal. Dana transfer dari pusat masih mendominasi dengan porsi hampir 70 persen, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berkontribusi sekitar 30 persen.

Selain sisi pendapatan, Albert juga menyoroti komposisi belanja daerah yang dinilai belum produktif. Dari total anggaran sekitar Rp6,4 triliun, termasuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), sebagian besar justru terserap untuk belanja operasional birokrasi.

“Belanja pegawai dan tunjangan hampir mencapai 60 persen. Sementara belanja pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat hanya sekitar 40 persen,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi daerah serta belum optimalnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Albert mendorong pemerintah provinsi segera mengambil langkah strategis guna memperkuat kemandirian fiskal, terutama melalui peningkatan PAD dan inovasi sumber pendapatan baru.

“Dari dulu saya sudah mengingatkan, pemerintah daerah harus bersiap. Jangan terlalu bergantung pada pusat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika ekonomi global dapat memengaruhi kondisi fiskal nasional, yang pada akhirnya berdampak langsung pada daerah.

ShareSendShare
  • Home

Copyright © 2026 sumbarin

No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan

Copyright © 2026 sumbarin

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In